Pages

Get cash from your website. Sign up as affiliate.

Friday, February 18, 2011

Laksanakan ''Brata Penyepian'' dengan Sebaik-baiknya

Kementerian Agama Provinsi Bali bersama Majelis Agama se-Bali mengeluarkan seruan bersama terkait dengan perayaan Nyepi tahun baru Saka 1933. Seruan itu diputuskan melalui rapat, Jumat (11/2) lalu. Apa saja isi seruan yang dikeluarkan Majelis Agama tersebut?
RAPAT menjelang keluarnya seruan Majelis Agama dihadiri banyak pihak. Selain dari unsur Biro Kesra, Kesbang Pol dan Linmas dan MUDP, juga ketua-ketua Majelis Agama Provinsi Bali seperti Parisada Bali, MUI, Keuskupan Denpasar, MAKIN Provinsi Bali, Walubi Bali, MPAG Provinsi Bali dan Pembimas serta Kemenag Kabupaten/Kota se-Bali.

Kepala Kementerian Agama Provinsi Bali Drs. IGAK Suthayasa, M.Si., Kamis (17/2) kemarin mengatakan, seruan itu dikeluarkan sehubungan dengan pelaksanaan Nyepi pada Sabtu (5/3) mendatang. Isi seruan bersama Majelis-majelis Agama tersebut, kata dia, pertama, umat Hindu hendaknya melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan sebaik-baiknya dan pelaksanaannya sebagaimana pedoman edaran PHDI Pusat dan PHDI Provinsi Bali.
Kedua, bagi umat Islam, shalat jamaah hendaknya dilaksanakan di masjid, mushola, dan langgar terdekat dari tempat tinggalnya dengan berjalan kaki. Umat Islam yang tempat tinggalnya jauh dari masjid, mushola dan langgar, dapat melaksanakannya dengan menggunakan fasilitas/tempat lain yang ada di lingkungannya setelah dimusyawarahkan dengan aparat (kepala desa/lurah) setempat. Pengeras suara diatur hanya untuk jamaah di dalam masjid, mushola, langgar dan hanya terdengar di dalam masjid, mushola dan langgar. Ketiga, umat beragama Kristen, Katholik, Buddha dan Konghucu hendaknya menyesuaikan.

Mengenai ogoh-ogoh Nyepi, kata Suthayasa, memang tidak dimasukkan dalam seruan tersebut karena sudah menjadi ranah Majelis Desa Pakraman. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama Provinsi Bali tidak membatasi masyarakat membuat ogoh-ogoh sebagai salah satu bentuk kreativitas nyomia bhutakala saat Pangerupukan. Tetapi suasana aman, nyaman dan harmonis hendaknya tetap mendapat perhatian bersama. Jangan sampai tujuannya nyomia bhutakala, justru mendatangkan buta. Karena itu, para pengusung ogoh-ogoh hendaknya tidak minum minuman keras yang dapat menimbulkan mabuk.

Terkait dengan ogoh-ogoh, Ketua Parisada Bali Dr. IGN Sudiana menyerukan kepada umat Hindu agar tema ogoh-ogoh yang dibuat sesuai dengan sastra kehinduan, sesuai dengan konsep nyomia bhutakala. Karena itu, figur ogoh-ogoh yang dibuat mestilah berwujud bhutakala, bukan wujud para Dewa.

Hindari tema ogoh-ogoh yang bernuansa politik atau di luar konteks sastra agama Hindu. Termasuk ogoh-ogoh yang menampilkan figur orang yang berkasus seperti Gayus dan sebagainya. Dalam mengarak ogoh-ogoh, hindari minuman keras.

Pelaksanaannya pun hendaknya diawasi oleh pecalang, aparat desa dan bendesa pakraman masing-masing. Jika pengarakan ogoh-ogoh sampai ke luar batas desa, hendaknya melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pemilik wilayah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ''Mari rayakan Nyepi ini dengan penuh keyakinan, dengan hati yang tenang dan damai, sehingga terwujud keheningan yang mendalam sesuai dengan konsep Nyepi,'' katanya. (08)

0 comments:

Post a Comment

Jaguar concept motorcycle

Free

Jaguar concept motorcycle

cars & vehicles > motorcycles > dirt bikes, motocross

The jaguar ‘leaper cat logo concept motorcycle made from high-grade stainless steel by Barend Massow Hemmes from Massow Concept Cycles. Can t say anything but awesome!!! ..pff..for bad boys !!!...vote if like this boke...click my banner..thanks !!