Denpasar, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara membuka Pasar Rakyat atau yang lebih dikenal dengan Pekenan Paiketan Krama Sesetan, Minggu (3/3) bertempat di Banjar Kaja Sesetan yang bertepatan dengan Hari Ngembak Geni. Acara ini juga dihadiri Sekkot AAN Rai Iswara, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar I Made Mudra, Kabag Kesra IGN Mataram, Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Darsa, serta Camat Densel I Made Mertajaya. Ketua Panitia Penyelenggara Bayu Surya Parwita mengatakan Penyelenggaraan kegiatan ini didukung penuh oleh Aspartan (Asosiasi Pasar Tani) Kota Denpasar, Pekenen Paiketan Krama Sesetan atau Pasar Rakyat ini dikelompokan menjadi tiga yakni food heritage, home industri,dan Sponsorship.
Lebih lanjut Bayu mengatakan untuk food heritage dan home industri didukung oleh STT Se-Kelurahan Sesetan dan Banjar Beraban Dauh Puri serta warga Se- Kelurahan Sesetan, sedangkan sponsorship didukung oleh para sponsor maupun dari donator lainnya. Bayu menambahkan pasar rakyat yang berlangsung sehari itu, didukung oleh 40 pedagang makanan tradisional, yang sebagian besar berasal dilingkungan Banjar setempat, dimana dimaksudkan untuk dapat memberikan citra lebih dan peluang kepada para pedagang untuk meningkatkan pendapatannya.Wakil Walikota IGN Jaya Negara ditemui saat meninjau pasar mengatakan sangat mendukung kegiatan seperti ini yang merupakan pengembangan dari pasar rakyat itu sendiri. Lebih lanjut Jaya Negara mengatakan dengan diselenggaranya pasar Rakyat yang dikaitkan dengan berbagai event tersebut diharapkan masyarakat dapat lebih menyenangi lagi makanan yang bernuansa tradisional, sebab bagaimanapun juga, makanan tersebut dapat menunjang dan eret kaitannya dengan adat dan budaya leluhur yang terdahulu. Lebih jauh Jaya Negara menambahkan event ini diharapkan bisa menjadi salah satu ikon unggulan Kota Denpasar yang berbasis Budaya Lokal disamping sebagai upaya kreatif generasi muda dalam membangun sektor Ekonomi Kerakyatan pungkas Jaya Negara.
Pages
Wednesday, March 9, 2011
Friday, February 25, 2011
makna hari raya nyepi
![]() |
| Ogoh-Ogoh Br. Kubu Delod Tukad Sesetan. |
Ditinjau dari 6 pagi sampai 06:00 keesokan harinya, Nyepi adalah hari yang dicadangkan untuk refleksi diri dan karena itu, apa pun yang mungkin mengganggu dengan tujuan dibatasi. Batasan utama adalah: kebakaran pencahayaan tidak (dan lampu harus tetap rendah), tidak bekerja, tidak ada hiburan atau kesenangan, tidak bepergian, dan untuk beberapa, tidak berbicara atau makan sama sekali. Dampak dari larangan ini adalah bahwa jalan-jalan Bali biasanya ramai dan jalan yang kosong, ada kebisingan sedikit atau tidak dari TV dan radio, dan tanda-tanda beberapa aktivitas terlihat bahkan di dalam rumah. Satu-satunya orang yang terlihat di luar rumah adalah Pecalang, petugas keamanan tradisional yang berpatroli di jalan-jalan untuk memastikan larangan sedang diikuti.
Meskipun Nyepi terutama liburan Hindu, non-Hindu penduduk Bali merayakan hari hening juga, karena menghormati sesama warga mereka. Bahkan wisatawan tidak dibebaskan, walaupun bebas untuk melakukan apa yang mereka inginkan di dalam hotel mereka, tidak ada yang diperbolehkan ke pantai atau jalan-jalan, dan bandara hanya di Bali tetap tertutup sepanjang hari. Pengecualian hanya diberikan adalah untuk kendaraan darurat membawa mereka dengan kondisi yang mengancam jiwa dan perempuan akan melahirkan.
Pada hari setelah Nyepi, yang dikenal sebagai Ngembak Geni, kegiatan sosial mengambil kembali dengan cepat, karena keluarga dan teman-teman berkumpul untuk meminta pengampunan dari satu sama lain, dan untuk melakukan ritual agama tertentu bersama-sama.
Ritual
* Pertama, Ritual Melasti dilakukan pada 3-4 hari sebelumnya. Hal ini didedikasikan kepada Sanghyang Widhi Wasa dan dilakukan di pantai untuk menghormati mereka sebagai pemilik Tanah dan Laut. Ritual dilakukan di Pura (candi Bali) di dekat laut (Pura Segara) dan dimaksudkan untuk memurnikan Arca, Pratima, dan Pralingga (benda suci) milik beberapa candi, juga untuk mendapatkan air suci dari laut.
* Kedua, Bhuta Yajna Ritual ini dilakukan untuk mengalahkan unsur negatif dan menciptakan keseimbangan dengan Tuhan, Manusia, dan Alam. Ritual ini juga dimaksudkan untuk menenangkan Batara Kala dengan menawarkan Pecaruan. Taat Hindu Bali desa biasanya membuat ogoh-ogoh, patung setan terbuat dari bambu dan kertas melambangkan unsur negatif atau roh-roh jahat. Setelah ogoh-ogoh telah diarak keliling kampung, ritual Ngrupuk berlangsung, yang melibatkan pembakaran ogoh-ogoh.
* Ketiga, The Ritual Nyepi dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
o Amati Geni: Tidak api / cahaya, termasuk tidak ada listrik
o Amati Karya: Tidak bekerja
o Amati Lelunganan: Tidak bepergian
o Amati Lelanguan: Puasa dan tidak ada / self-hiburan pesta pora yg meriah
begitulah makna hari raya nyepi.. semoga nyepi tahun caka 1933 (2011) ini bisa berjalan dengan aman.
Friday, February 18, 2011
Laksanakan ''Brata Penyepian'' dengan Sebaik-baiknya
Kementerian Agama Provinsi Bali bersama Majelis Agama se-Bali mengeluarkan seruan bersama terkait dengan perayaan Nyepi tahun baru Saka 1933. Seruan itu diputuskan melalui rapat, Jumat (11/2) lalu. Apa saja isi seruan yang dikeluarkan Majelis Agama tersebut?
RAPAT menjelang keluarnya seruan Majelis Agama dihadiri banyak pihak. Selain dari unsur Biro Kesra, Kesbang Pol dan Linmas dan MUDP, juga ketua-ketua Majelis Agama Provinsi Bali seperti Parisada Bali, MUI, Keuskupan Denpasar, MAKIN Provinsi Bali, Walubi Bali, MPAG Provinsi Bali dan Pembimas serta Kemenag Kabupaten/Kota se-Bali.
Kepala Kementerian Agama Provinsi Bali Drs. IGAK Suthayasa, M.Si., Kamis (17/2) kemarin mengatakan, seruan itu dikeluarkan sehubungan dengan pelaksanaan Nyepi pada Sabtu (5/3) mendatang. Isi seruan bersama Majelis-majelis Agama tersebut, kata dia, pertama, umat Hindu hendaknya melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan sebaik-baiknya dan pelaksanaannya sebagaimana pedoman edaran PHDI Pusat dan PHDI Provinsi Bali.
Kedua, bagi umat Islam, shalat jamaah hendaknya dilaksanakan di masjid, mushola, dan langgar terdekat dari tempat tinggalnya dengan berjalan kaki. Umat Islam yang tempat tinggalnya jauh dari masjid, mushola dan langgar, dapat melaksanakannya dengan menggunakan fasilitas/tempat lain yang ada di lingkungannya setelah dimusyawarahkan dengan aparat (kepala desa/lurah) setempat. Pengeras suara diatur hanya untuk jamaah di dalam masjid, mushola, langgar dan hanya terdengar di dalam masjid, mushola dan langgar. Ketiga, umat beragama Kristen, Katholik, Buddha dan Konghucu hendaknya menyesuaikan.
Mengenai ogoh-ogoh Nyepi, kata Suthayasa, memang tidak dimasukkan dalam seruan tersebut karena sudah menjadi ranah Majelis Desa Pakraman. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama Provinsi Bali tidak membatasi masyarakat membuat ogoh-ogoh sebagai salah satu bentuk kreativitas nyomia bhutakala saat Pangerupukan. Tetapi suasana aman, nyaman dan harmonis hendaknya tetap mendapat perhatian bersama. Jangan sampai tujuannya nyomia bhutakala, justru mendatangkan buta. Karena itu, para pengusung ogoh-ogoh hendaknya tidak minum minuman keras yang dapat menimbulkan mabuk.
Terkait dengan ogoh-ogoh, Ketua Parisada Bali Dr. IGN Sudiana menyerukan kepada umat Hindu agar tema ogoh-ogoh yang dibuat sesuai dengan sastra kehinduan, sesuai dengan konsep nyomia bhutakala. Karena itu, figur ogoh-ogoh yang dibuat mestilah berwujud bhutakala, bukan wujud para Dewa.
Hindari tema ogoh-ogoh yang bernuansa politik atau di luar konteks sastra agama Hindu. Termasuk ogoh-ogoh yang menampilkan figur orang yang berkasus seperti Gayus dan sebagainya. Dalam mengarak ogoh-ogoh, hindari minuman keras.
Pelaksanaannya pun hendaknya diawasi oleh pecalang, aparat desa dan bendesa pakraman masing-masing. Jika pengarakan ogoh-ogoh sampai ke luar batas desa, hendaknya melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pemilik wilayah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ''Mari rayakan Nyepi ini dengan penuh keyakinan, dengan hati yang tenang dan damai, sehingga terwujud keheningan yang mendalam sesuai dengan konsep Nyepi,'' katanya. (08)
RAPAT menjelang keluarnya seruan Majelis Agama dihadiri banyak pihak. Selain dari unsur Biro Kesra, Kesbang Pol dan Linmas dan MUDP, juga ketua-ketua Majelis Agama Provinsi Bali seperti Parisada Bali, MUI, Keuskupan Denpasar, MAKIN Provinsi Bali, Walubi Bali, MPAG Provinsi Bali dan Pembimas serta Kemenag Kabupaten/Kota se-Bali.
Kepala Kementerian Agama Provinsi Bali Drs. IGAK Suthayasa, M.Si., Kamis (17/2) kemarin mengatakan, seruan itu dikeluarkan sehubungan dengan pelaksanaan Nyepi pada Sabtu (5/3) mendatang. Isi seruan bersama Majelis-majelis Agama tersebut, kata dia, pertama, umat Hindu hendaknya melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan sebaik-baiknya dan pelaksanaannya sebagaimana pedoman edaran PHDI Pusat dan PHDI Provinsi Bali.
Kedua, bagi umat Islam, shalat jamaah hendaknya dilaksanakan di masjid, mushola, dan langgar terdekat dari tempat tinggalnya dengan berjalan kaki. Umat Islam yang tempat tinggalnya jauh dari masjid, mushola dan langgar, dapat melaksanakannya dengan menggunakan fasilitas/tempat lain yang ada di lingkungannya setelah dimusyawarahkan dengan aparat (kepala desa/lurah) setempat. Pengeras suara diatur hanya untuk jamaah di dalam masjid, mushola, langgar dan hanya terdengar di dalam masjid, mushola dan langgar. Ketiga, umat beragama Kristen, Katholik, Buddha dan Konghucu hendaknya menyesuaikan.
Mengenai ogoh-ogoh Nyepi, kata Suthayasa, memang tidak dimasukkan dalam seruan tersebut karena sudah menjadi ranah Majelis Desa Pakraman. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama Provinsi Bali tidak membatasi masyarakat membuat ogoh-ogoh sebagai salah satu bentuk kreativitas nyomia bhutakala saat Pangerupukan. Tetapi suasana aman, nyaman dan harmonis hendaknya tetap mendapat perhatian bersama. Jangan sampai tujuannya nyomia bhutakala, justru mendatangkan buta. Karena itu, para pengusung ogoh-ogoh hendaknya tidak minum minuman keras yang dapat menimbulkan mabuk.
Terkait dengan ogoh-ogoh, Ketua Parisada Bali Dr. IGN Sudiana menyerukan kepada umat Hindu agar tema ogoh-ogoh yang dibuat sesuai dengan sastra kehinduan, sesuai dengan konsep nyomia bhutakala. Karena itu, figur ogoh-ogoh yang dibuat mestilah berwujud bhutakala, bukan wujud para Dewa.
Hindari tema ogoh-ogoh yang bernuansa politik atau di luar konteks sastra agama Hindu. Termasuk ogoh-ogoh yang menampilkan figur orang yang berkasus seperti Gayus dan sebagainya. Dalam mengarak ogoh-ogoh, hindari minuman keras.
Pelaksanaannya pun hendaknya diawasi oleh pecalang, aparat desa dan bendesa pakraman masing-masing. Jika pengarakan ogoh-ogoh sampai ke luar batas desa, hendaknya melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pemilik wilayah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ''Mari rayakan Nyepi ini dengan penuh keyakinan, dengan hati yang tenang dan damai, sehingga terwujud keheningan yang mendalam sesuai dengan konsep Nyepi,'' katanya. (08)
Saturday, February 12, 2011
Pelajar Demo anti-Hari Valentine
Pekanbaru (ANTARA News) - Ratusan pelajar yang berasal dari sejumlah kabupaten dan kotamadya di Riau, Jumat sore melakukan unjuk rasa menolak perayaan hari Valentine atau "Kasih Sayang" di daerah tersebut.
Sekitar 400 pelajar tersebut pawai dengan jalan kaki dari Taman Makam Pahlawan hingga RRI Pekanbaru.
"Nyata-nyata tidak ada hari kasih sayang dalam Islam. Namun yang merayakannya justru banyak pelajar Islam," ujar Nurazizah (16), pelajar MAN 1 Pekanbaru.
Dia mengatakan perayaan tersebut ini juga lebih banyak mudharat-nya dibandingkan manfaatnya. "Terbukti dengan semakin meningkatnya penjualan kondom di sejumlah apotik," kata Nurazizah.
Ketua Yayasan Pemberdayaan Pelajar Islam (YPPI) Cendikia Riau, Muhammad Fuadi (17) mengatakan aksi ini merupakan aksi rutin yang dilakukan pihaknya untuk mengingatkan para pelajar untuk tidak merayakan Valentine.
Ia juga meminta pemerintah campur tangan dengan persoalan ini yakni dengan melarang impor coklat dan aksesoris valentine seperti boneka berwarna pink ke Pekanbaru selama bulan Februari .
(KR-IND/M019)
COPYRIGHT © 2011
Friday, February 11, 2011
Umat Hindu Harus Dijadikan Contoh.
Jakarta (Bali Post) -Menteri Agama Suryadharma Ali mengingatkan agar umat beragama di Indonesia mencontoh umat Hindu dalam masalah toleransi dan kerukunan umat beragama. ''Umat Hindu memiliki kearifan yang luar biasa, karena sampai dengan hari ini tidak pernah ada gesekan dengan umat mana pun,'' katanya usai menerima Panitia Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1933 di Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (10/2) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut, IBG Yudha Triguna (Penasihat), I Made Gde Erata (Ketua Umum PHDI), Erlangga Mantik (Ketua Umum Panitia), Wayan Koster (Sekretaris Umum), AAK Diatmika (Koordinator Puldok) dan Wayan Suharta (Ketua V). Selain mengundang Menag, panitia juga berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono hadir pada acara Dharma Shanti Nyepi yang dilaksanakan 20 Maret 2011 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta. Menag mengingatkan agar umat Hindu selalu meningkatkan keimanan, peningkatan pengamalan dan penghayatan agama sehingga menjadi umat Hindu yang berkualitas yaitu mengamalkan ajaran agama dengan benar. Dengan demikian, kata Menag, umat Hindu akan menjadi warga negara yang penuh dengan iman, ketenangan, kesejukan, dan kebersihan hati. Pada saat ini, kata Menag, kerukunan dan kehidupan umat beragama di Indonesia sedang diuji. Namun, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini yakin, umat Hindu memberi contoh yang baik pada warga negara lainnya tentang toleransi dan kerukunan umat beragama. Melalui forum perayanan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1933 ini, Suryadharma mengharapkan umat Hindu dapat menularkan kearifan tersebut atau perilaku keagamaan kepada umat beragama yang lain agar kerukunan umat, kerukunan antarwarga negara, kerukunan sesama saudara sebangsa bisa terwujud dengan sebaik-baiknya. (son) |
Wednesday, February 9, 2011
gereja di rusak,mobil pun di bakar
Jakarta (Bali Post) -
Gara-gara terdakwa penistaan agama dituntut lima tahun oleh JPU, massa di Temanggung, Selasa (8/2) kemarin mengamuk. Mereka melempari gedung pengadilan, merusak gereja dan membakar mobil dan sejumlah motor.
Gereja Bethel Indonesia yang berjarak sekitar dua kilometer dari PN Temanggung mengalami kerusakan akibat ulah sekelompok massa. Sebuah bangunan sekolah taman kanak-kanak yang berada di lingkungan gereja terbakar pada sejumlah bagian. Demikian pula enam unit motor hangus terbakar pada insiden tersebut.
Sementara itu, Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus juga sempat dirusak massa. Bagian depan gereja rusak dilempari batu.
Aksi kerusuhan tersebut diduga dipicu setelah jaksa membacakan tuntutan lima tahun untuk terdakwa Antonius. Atas tuntutan itu, massa langsung menyerbu terdakwa dan meja sidang. Segera setelah itu, majelis hakim langsung diamankan dan dilarikan ke luar ruang sidang. Massa di luar mengamuk, memecahkan kaca-kaca jendela, dan membakar kendaraan yang ada di sekitar gedung pengadilan.
Kasus yang menjerat warga asal Manado ini terjadi pada 3 Oktober 2010. Ketika itu dia yang menggunakan KTP Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menginap di tempat saudaranya di Dusun Kenalan, Desa/Kecamatan Kranggan, Temanggung.
Dia hanya semalam di tempat itu untuk melanjutkan pergi ke Magelang. Namun, waktu sehari tersebut digunakan untuk membagikan buku dan selebaran berisi tulisan yang dianggap menghina umat Islam. Karena itu, sejak 26 Oktober 2010 dia ditahan.
Lima Diperiksa
Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Edward Aritonang mengatakan, untuk sementara ada lima orang saksi telah diperiksa terkait kerusuhan pascasidang penistaan agama di Pengadilan Negeri Temanggung, Selasa kemarin, dengan terdakwa Anthonius Richmord Bawengan.
''Untuk sementara baru lima orang saksi yang diminta keterangannya, namun kemungkinan masih akan berkembang,'' kata Kapolda Jateng di Temanggung.
Ia mengatakan, hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka dan masih meminta keterangan dari beberapa saksi. ''Namun kami akan terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku kerusuhan untuk mempertanggungjawabkan secara hukum,'' katanya.
Ia menyebutkan sejumlah benda yang dirusak, antara lain dua truk polisi, mobil dan sepeda motor di Gereja Santo Petrus Paulus dibakar, mobil dan sepeda motor di Gereja Pante Kosta di Indonesia dibakar hingga menimbulkan rembetan di bangunan gereja, dan di Graha Shekinah massa membakar kendaraan dan kantin.
Selain itu, katanya, massa juga melempari Mapolres Temanggung karena dianggap melindungi tersangka. Ia mengatakan, dengan langkah persuasif dan penjelasan dari petugas sebagian massa kemudian berangsur reda. ''Saat ini kami masih melakukan penjagaan di titik-titik kerawanan di daerah tertentu,'' katanya.
Ia mengakui ada sembilan korban luka ringan dalam peristiwa tersebut, mereka dirawat di RSUD Djojonegoro. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Kapolda menyatakan tidak ada petugas polisi yang mengeluarkan peluru tajam dalam kegiatan ini. ''Kami tidak menggunakan peluru tajam dan setelah dicek ke rumah sakit juga tidak ada korban luka tembak,'' katanya.
Ia mengatakan, masalah yang disidangkan tentang penodaan agama, bukan masalah antaragama. ''Jadi, jangan diputarbalikkan,'' katanya.
Menurutnya, dalam dokumen yang diedarkan terdakwa tidak hanya agama Islam yang dinodai, tetapi juga agama Kristen. ''Kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi. Kami harapkan massa bisa memahami bahwa proses hukum berjalan dan tidak ada yang dilindungi,'' katanya. (ant)
TNI Terjunkan 700 Personel
Jakarta (Bali Post) -
TNI ikut mengamankan pascakerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah (Jateng). ''Saat ini ada 700 personel yang disiagakan dan TNI ikut mengamankan,'' kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Pol. Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa (8/2) kemarin. ''TNI dilibatkan untuk pengamanan di Kota Temanggung, dalam kondisi membantu keamanan yang preventif,'' ujarnya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengecam tindakan anarkis yang dilakukan sekelompok orang yang merusak fasilitas peribadatan, dan fasilitas lain di Temanggung, Selasa kemarin.
Menko Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, Presiden juga menginstruksikan Polda Jateng segera mencari pelaku tindak anarkis tersebut. ''Presiden juga menginstruksikan pelaku anarkis segera diproses secara hukum,'' katanya.
Selain itu, Presiden menginstruksikan aparat pemda dan aparat keamanan di daerah agar meningkatkan deteksi, dan tindakan pencegahan dini serta menindak tegas setiap tindakan anarkis apa pun alasan yang melatarbelakanginya.
Djoko menegaskan, pemerintah tidak mentolerir segala bentuk kekerasan oleh siapa pun kepada siapa pun sesama warga negara Indonesia, apa pun alasannya. ''Jadi, peristiwa itu harus diusut tuntas dan ditindak tegas pelakunya,'' katanya. (kmb/ant)
Gara-gara terdakwa penistaan agama dituntut lima tahun oleh JPU, massa di Temanggung, Selasa (8/2) kemarin mengamuk. Mereka melempari gedung pengadilan, merusak gereja dan membakar mobil dan sejumlah motor.
Gereja Bethel Indonesia yang berjarak sekitar dua kilometer dari PN Temanggung mengalami kerusakan akibat ulah sekelompok massa. Sebuah bangunan sekolah taman kanak-kanak yang berada di lingkungan gereja terbakar pada sejumlah bagian. Demikian pula enam unit motor hangus terbakar pada insiden tersebut.
Sementara itu, Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus juga sempat dirusak massa. Bagian depan gereja rusak dilempari batu.
Aksi kerusuhan tersebut diduga dipicu setelah jaksa membacakan tuntutan lima tahun untuk terdakwa Antonius. Atas tuntutan itu, massa langsung menyerbu terdakwa dan meja sidang. Segera setelah itu, majelis hakim langsung diamankan dan dilarikan ke luar ruang sidang. Massa di luar mengamuk, memecahkan kaca-kaca jendela, dan membakar kendaraan yang ada di sekitar gedung pengadilan.
Kasus yang menjerat warga asal Manado ini terjadi pada 3 Oktober 2010. Ketika itu dia yang menggunakan KTP Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menginap di tempat saudaranya di Dusun Kenalan, Desa/Kecamatan Kranggan, Temanggung.
Dia hanya semalam di tempat itu untuk melanjutkan pergi ke Magelang. Namun, waktu sehari tersebut digunakan untuk membagikan buku dan selebaran berisi tulisan yang dianggap menghina umat Islam. Karena itu, sejak 26 Oktober 2010 dia ditahan.
Lima Diperiksa
Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Edward Aritonang mengatakan, untuk sementara ada lima orang saksi telah diperiksa terkait kerusuhan pascasidang penistaan agama di Pengadilan Negeri Temanggung, Selasa kemarin, dengan terdakwa Anthonius Richmord Bawengan.
''Untuk sementara baru lima orang saksi yang diminta keterangannya, namun kemungkinan masih akan berkembang,'' kata Kapolda Jateng di Temanggung.
Ia mengatakan, hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka dan masih meminta keterangan dari beberapa saksi. ''Namun kami akan terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku kerusuhan untuk mempertanggungjawabkan secara hukum,'' katanya.
Ia menyebutkan sejumlah benda yang dirusak, antara lain dua truk polisi, mobil dan sepeda motor di Gereja Santo Petrus Paulus dibakar, mobil dan sepeda motor di Gereja Pante Kosta di Indonesia dibakar hingga menimbulkan rembetan di bangunan gereja, dan di Graha Shekinah massa membakar kendaraan dan kantin.
Selain itu, katanya, massa juga melempari Mapolres Temanggung karena dianggap melindungi tersangka. Ia mengatakan, dengan langkah persuasif dan penjelasan dari petugas sebagian massa kemudian berangsur reda. ''Saat ini kami masih melakukan penjagaan di titik-titik kerawanan di daerah tertentu,'' katanya.
Ia mengakui ada sembilan korban luka ringan dalam peristiwa tersebut, mereka dirawat di RSUD Djojonegoro. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Kapolda menyatakan tidak ada petugas polisi yang mengeluarkan peluru tajam dalam kegiatan ini. ''Kami tidak menggunakan peluru tajam dan setelah dicek ke rumah sakit juga tidak ada korban luka tembak,'' katanya.
Ia mengatakan, masalah yang disidangkan tentang penodaan agama, bukan masalah antaragama. ''Jadi, jangan diputarbalikkan,'' katanya.
Menurutnya, dalam dokumen yang diedarkan terdakwa tidak hanya agama Islam yang dinodai, tetapi juga agama Kristen. ''Kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi. Kami harapkan massa bisa memahami bahwa proses hukum berjalan dan tidak ada yang dilindungi,'' katanya. (ant)
TNI Terjunkan 700 Personel
Jakarta (Bali Post) -
TNI ikut mengamankan pascakerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah (Jateng). ''Saat ini ada 700 personel yang disiagakan dan TNI ikut mengamankan,'' kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Pol. Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa (8/2) kemarin. ''TNI dilibatkan untuk pengamanan di Kota Temanggung, dalam kondisi membantu keamanan yang preventif,'' ujarnya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengecam tindakan anarkis yang dilakukan sekelompok orang yang merusak fasilitas peribadatan, dan fasilitas lain di Temanggung, Selasa kemarin.
Menko Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, Presiden juga menginstruksikan Polda Jateng segera mencari pelaku tindak anarkis tersebut. ''Presiden juga menginstruksikan pelaku anarkis segera diproses secara hukum,'' katanya.
Selain itu, Presiden menginstruksikan aparat pemda dan aparat keamanan di daerah agar meningkatkan deteksi, dan tindakan pencegahan dini serta menindak tegas setiap tindakan anarkis apa pun alasan yang melatarbelakanginya.
Djoko menegaskan, pemerintah tidak mentolerir segala bentuk kekerasan oleh siapa pun kepada siapa pun sesama warga negara Indonesia, apa pun alasannya. ''Jadi, peristiwa itu harus diusut tuntas dan ditindak tegas pelakunya,'' katanya. (kmb/ant)
Monday, February 7, 2011
Barongsai ala Festival
Festival Barongsai menyambut Cap Go Meh yang jatuh pada 28 Februari, siang tadi (27/2) berlangsung meriah. Seribuan orang warga Medan, terutama etnis Tionghoa, datang untuk menyaksikan event terbesar di Sumatera Utara ini.
Sejumlah kelompok barongsai asal Medan dan Binjai ikut menjadi peserta ajang lomba yang disponsori salah satu produsen otomotif ini. Selain kompetisi barongsai, event ini juga menggelar lomba pemilihan Model Oriental.
Sejak siang tadi, warga Medan berbondong-bondong datang untuk menyaksikan pertunjukan gratisan ini. Saking ramainya, ada yang menonton dari luar pagar Deli Plaza dan memarkirkan kendaraannya di bahu Jalan Balai Kota. Akibatnya, lalu lintas di kawasan itu jadi tersendat. Lokasi parkiran Deli Plaza juga penuh.
Meski panas matahari cukup menyengat hingga sore tadi, ratusan penonton tetap bertahan di lokasi untuk menunggu pertunjukan barongsai. Saking antusiasnya, penonton sampai melanggar tali pembatas yang disiapkan panitia.
Aksi kelompok barongsai yang mengikuti festival ini juga cukup memukau. Sore tadi, penampilan kelompok barongsai dari Vihara Setia Buddha Binjai mampu menarik perhatian penonton. Hingga berita ini dirilis, event ini masih berjalan.
Sejumlah kelompok barongsai asal Medan dan Binjai ikut menjadi peserta ajang lomba yang disponsori salah satu produsen otomotif ini. Selain kompetisi barongsai, event ini juga menggelar lomba pemilihan Model Oriental.
Sejak siang tadi, warga Medan berbondong-bondong datang untuk menyaksikan pertunjukan gratisan ini. Saking ramainya, ada yang menonton dari luar pagar Deli Plaza dan memarkirkan kendaraannya di bahu Jalan Balai Kota. Akibatnya, lalu lintas di kawasan itu jadi tersendat. Lokasi parkiran Deli Plaza juga penuh.
Meski panas matahari cukup menyengat hingga sore tadi, ratusan penonton tetap bertahan di lokasi untuk menunggu pertunjukan barongsai. Saking antusiasnya, penonton sampai melanggar tali pembatas yang disiapkan panitia.
Aksi kelompok barongsai yang mengikuti festival ini juga cukup memukau. Sore tadi, penampilan kelompok barongsai dari Vihara Setia Buddha Binjai mampu menarik perhatian penonton. Hingga berita ini dirilis, event ini masih berjalan.
Wednesday, February 2, 2011
Bawa Anjing ke Nusa Penida Terancam Enam Bulan Penjara, Denda Rp 50 Juta
Semarapura (Bali Post) -
Nusa Penida sudah masuk kategori kasus luar biasa (KLB) rabies. Mencegah rabies terus berkembang, pemerintah memberlakukan larangan masuknya anjing ke Nusa Penida. Bagi mereka yang nekat, ancaman pidana enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta, pasti menanti di depan mata mereka. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (PPK) Klungkung, Gusti Ngurah Badiwangsa, Selasa (1/2) kemarin.
''Ya, itu harus diberlakukan secara tegas untuk mengantisipasi meningkatnya penyebaran rabies di Nusa Penida,'' tandas dia. Terkait pelarangan tersebut, pintu-pintu masuk Nusa Penida seperti Dermaga Nusa Penida, pelabuhan tradisional Buyuk dan Pelabuhan Mentigi. Dinas PPK Klungkung juga memasang spanduk di Pelabuhan Padangbai, Karangasem.
Dalam spanduk larangan memasukkan anjing ke Nusa Penida tersebut tertera Perda nomor 15 tahun 2009 sebagai acuan. Dikatakan, dalam perda itu sudah jelas ancaman bagi pelanggarnya, pidana kurungan enam bulan dan denda Rp 50 juta.
Untuk petugas pengawasan di wilayah-wilayah pelabuhan, kata dia, semestinya dilakukan institusi karantina. Namun, mengingat petugas karantina belum ada di Nusa Penida, pengawasan diambil alih Dinas PPK dibantu masyarakat sekitar. Ditambahkan, pemasangan spanduk larangan membawa anjing sekaligus pengawasannya, merupakan salah satu bentuk penanganan berkelanjutan yang dilakukan Dinas PPK selain sosialisasi penanganan rabies ke masyarakat, eliminasi anjing liar, dan vaksinasi.
Kendati berbagai penanganan telah dilakukan, warga Nusa Penida masih menyimpan kekhawatiran kembali merebaknya rabies di wilayah mereka. Kekhawatiran itu tentu beralasan, karena di Nusa Penida terdapat ribuan anjing liar yang hidup di semak-semak dan perbukitan. Keberadaan anjing liar itu juga sangat dekat dengan kera dan kucing yang notabene potensial sebagai penyebar rabies. Warga sangat mendukung program sosialisasi, eliminasi, dan vaksinasi. ''Tidak ada yang menentang ketika anjing mereka harus dieliminasi. Tetapi program itu kan tak cukup sekali saja. Harus berkelanjutan,'' harap warga Batununggul, Nusa Penida, Dewa Made Ardana. (kmb20)
Nusa Penida sudah masuk kategori kasus luar biasa (KLB) rabies. Mencegah rabies terus berkembang, pemerintah memberlakukan larangan masuknya anjing ke Nusa Penida. Bagi mereka yang nekat, ancaman pidana enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta, pasti menanti di depan mata mereka. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (PPK) Klungkung, Gusti Ngurah Badiwangsa, Selasa (1/2) kemarin.
''Ya, itu harus diberlakukan secara tegas untuk mengantisipasi meningkatnya penyebaran rabies di Nusa Penida,'' tandas dia. Terkait pelarangan tersebut, pintu-pintu masuk Nusa Penida seperti Dermaga Nusa Penida, pelabuhan tradisional Buyuk dan Pelabuhan Mentigi. Dinas PPK Klungkung juga memasang spanduk di Pelabuhan Padangbai, Karangasem.
Dalam spanduk larangan memasukkan anjing ke Nusa Penida tersebut tertera Perda nomor 15 tahun 2009 sebagai acuan. Dikatakan, dalam perda itu sudah jelas ancaman bagi pelanggarnya, pidana kurungan enam bulan dan denda Rp 50 juta.
Untuk petugas pengawasan di wilayah-wilayah pelabuhan, kata dia, semestinya dilakukan institusi karantina. Namun, mengingat petugas karantina belum ada di Nusa Penida, pengawasan diambil alih Dinas PPK dibantu masyarakat sekitar. Ditambahkan, pemasangan spanduk larangan membawa anjing sekaligus pengawasannya, merupakan salah satu bentuk penanganan berkelanjutan yang dilakukan Dinas PPK selain sosialisasi penanganan rabies ke masyarakat, eliminasi anjing liar, dan vaksinasi.
Kendati berbagai penanganan telah dilakukan, warga Nusa Penida masih menyimpan kekhawatiran kembali merebaknya rabies di wilayah mereka. Kekhawatiran itu tentu beralasan, karena di Nusa Penida terdapat ribuan anjing liar yang hidup di semak-semak dan perbukitan. Keberadaan anjing liar itu juga sangat dekat dengan kera dan kucing yang notabene potensial sebagai penyebar rabies. Warga sangat mendukung program sosialisasi, eliminasi, dan vaksinasi. ''Tidak ada yang menentang ketika anjing mereka harus dieliminasi. Tetapi program itu kan tak cukup sekali saja. Harus berkelanjutan,'' harap warga Batununggul, Nusa Penida, Dewa Made Ardana. (kmb20)
Ngusaba Guling di Timbrah
RGA Desa Pakraman Timbrah, Karangasem, Selasa (1/2) kemarin menggelar Ngusaba Dalem atau yang lebih dikenal dengan Ngusaba Guling. Karena saat itu hampir tiap KK krama desa setempat mempersembahkan babi guling minimal satu ekor.Ngusaba yang berlangsung tiap tahun sekali ini yakni pada sasih kawulu, tergolong unik. Selain unik karena dalam ngusaba yang mempersembahkan banyak babi guling ini juga upacara ini mencerminkan kebersamaan.
Pangrajeg (Penasihat) Desa Pakraman Timbrah Drs. I Nengah Sudarsa, M.Si. mengatakan, dalam ketentuan awig-awig desa atau filsafat upacara ngusaba di desanya tak ada keharusan bagi tiap KK mengaturkan babi guling. Namun hal itu tergantung dari ketulusan dan kemampuan krama. Namun karena kebersamaan warga, hampir setiap KK mempersembahkan babi guling lengkap dengan bayuhan dan banten lainnya.
Lalu kebersamaannya di mana? Apabila ada krama yang tak ngaturang guling maka KK yang nguling akan ngejot kepada mereka. Sebenarnya, kata Sudarsa, inti tujuan dari persembahyangan ngusaba dalem itu memohon kepada Ida Batari Durga (Sakti dari Dewa Siwa) agar memberikan kesejahteraan dan keselamatan kepada krama Desa Timbrah. Persembahan babi guling merupakan wujud terima kasih krama atas limpahan karunia, berupa hasil bumi dan ternak dari Ida Batara yang malinggih dan di-sungsung di Pura Dalem Desa Pakraman Timbrah.
Ia menambahkan, karena tak semua warga mampu mempersembahkan babi guling, ada juga yang secara tulus sesuai kemampuan mempersembahkan guling bebek disertai canang dan perlengkapan banten lainnya. Sudarsa mengatakan total KK krama di desanya sebanyak 789. Tradisi mempersembahkan babi guling dengan banten pelengkapnya, tak hanya dilaksanakan pada upacara ngusaba dalem. Pada usabha sumbu yang jatuh pada bulan Juli, krama yang mampu juga mempersembahkan babi guling. Selain tradisi unik ngusaba guling dan usabha sumbu di desa tua ini, juga di dalam awig-awig desa diatur di mana krama dilarang menggelar berbagai jenis judi. Bagi yang melanggar salah satu aturan dalam awig-awig desa itu, dikenai sanksi desa berupa denda berupa beras. (bud)
Walhi Tolak Pembangunan Bali International Park

Beritabali.com, Renon, Rencana pembangunan Bali International park (taman internasional Bali) mulai mendapat tentangan dari LSM Lingkungan. Seruan penolakan tersebut dating dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali.
Walhi menuding pembangunan Bali International Park hanya menggunakan alasan demi kesuksesan pertemuan Asia-Pasifik Economic Cooperation (APEC)atau pertemuan kerjasama ekonomi negara-negara Asia-Pasifik pada 2013 mendatang.
Padahal pembangunan taman seluas 250 hektar tersebut bertentangan dengan rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) Bali.
Ketua Dewan Daerah Walhi Bali Wayan Gendo Suardana ketika melakukan dengar pendapat dengan DPRD Bali di Renon, Senin (31/1) menyatakan pembangunan Bali Internasional Park menjadi contoh kasus intervensi pusat terhadap daerah.
Belum lagi pembangunan taman yang rencananya dilengkapi monument perdamaian tersebut bertentangan dengan kebijakan moratorium pembangunan di Bali Selatan.
“Pembangunan ini tentu saja bentuk inkonsistensi dari kementrian kebudayaan dan pariwisata karena pernah merekomendasikan Bali jeda pembangunan dulu, karena sudah kelebihan kamar 9.800 kamar,” tegas Gendo.
Gendo berharap DPRD Bali menyelidiki orang di Bali PT. Jimbaran Hijau, sebab di khawatirkan terdapat permainan di balik penunjukkan langsung pembangunan taman internasional Bali oleh presiden melalui Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata. (mlt)
Tuyul Gentayangan Resahkan Warga Panca Seming
Beritabali.com, Negara, Setelah isu adanya babi ngepet yang “jalan-jalan” hampir setiap malam di Dusun Jati, Banyubiru, Negara kini giliran isu tuyul gentayangan yang meresahkan warga Dusun Panca Seming, Batuagung, Jembrana. Isu adanya mahluk gaib pencuri uang ini berawal ketika sejak beberapa hari belakangan ini, hampir setiap hari ada saja warga setempat yang kehilangan uang.
Dari informasi yang dihimpun, Selasa (1/2), sejak beberapa hari belakangan ini sejumlah warga di Dusun Panca Seming mengaku kehilangan uangnya dengan cara yang tidak masuk akal. Gusti Putu Terka, mantan Kepala Dusun Panca Seming mengaku kehilangan uang Rp. 475 ribu yang disimpannya dalam laci di warung kelontong miliknya. Uang sejumlah itu, kata Terka, dicuri sebanyak dua kali, pertama hilang Rp. 400 ribu selang beberapa jam kemudian hilang lagi Rp. 75 ribu.
“Ini betul-betul aneh, saat saya kehilangan uang itu, selama sehari penuh saya menunggu warung. Saya tahunya hilang saat saya menghitung uang dalam laci tempat saya menyimpan hasil berjualan,” ujar Terka, Selasa (1/2).
Terka mengaku sudah menanyakan kepada seluruh keluarganya karena siapa tahu ada salah seorang anggota keluarganya yang mengambil uang tersebut. “Saya tanya seisi rumah tapi semua mengaku tidak mengambil uang tersebut. Saya juga seharian itu tidak menerima tamu,”ujarnya heran.
Cerita senada juga diungkapkan Nengah Darmawan yang mengaku kehilangan uang Rp. 65 ribu yang ditaruhnya dalam dompet. Saat ditemui, Selasa (1/2), Darmawan mengungkapkan sebelum uangnya hilang dirinya mengecek uang di dompet karena ada keperluan membeli kado buat menghadiri undangan.
“Ketika saya mau bayar, ternyata uang dalam dompet itu sudah tidak ada. Ini kan aneh sekali, padahal saya tidak merasa ada yang jatuh dan jarak rumah saya dengan warung itu hanya beberapa meter saja dan ditempuh dalam waktu beberapa menit saja. Sepertinya diambil oleh tuyul,” ungkapnya.
IB Panca, warga lainnya malah mengaku hampir seluruh anggota keluarganya kehilangan uang dengan cara yang aneh dan tidak masuk akal. “Jangankan uang di laci, uang di celengan dan di saku saja bisa hilang dengan cara yang tidak masuk akal. Hilangnya tidak mengenal waktu, pagi, siang atau sore bahkan malam,”katanya.
Menurut Panca, kejadian kehilangan uang yang menimpa warga Panca Seming terjadi secara beruntun. “Bahkan dalam sehari bisa lebih dari dua orang yang mengaku kehilangan uangnya,” ucap Panca. Setelah diamati, kata Panca, hanya warga yang bermukim di timur sungai saja yang kehilangan uang.
Sementara yang di barat sungai tidak satupun warganya kehilangan uang. Panca juga mengatakan kendati banyak warganya kehilangan uang namun warga belum mengadukannya ke aparat lantaran masih berupaya mencari sendiri pencurinya. “Bahkan ada warga kami yang menempuh cara-cara magis agar tidak kehilangan uang,” tambahnya. (dey)
Dari informasi yang dihimpun, Selasa (1/2), sejak beberapa hari belakangan ini sejumlah warga di Dusun Panca Seming mengaku kehilangan uangnya dengan cara yang tidak masuk akal. Gusti Putu Terka, mantan Kepala Dusun Panca Seming mengaku kehilangan uang Rp. 475 ribu yang disimpannya dalam laci di warung kelontong miliknya. Uang sejumlah itu, kata Terka, dicuri sebanyak dua kali, pertama hilang Rp. 400 ribu selang beberapa jam kemudian hilang lagi Rp. 75 ribu.
“Ini betul-betul aneh, saat saya kehilangan uang itu, selama sehari penuh saya menunggu warung. Saya tahunya hilang saat saya menghitung uang dalam laci tempat saya menyimpan hasil berjualan,” ujar Terka, Selasa (1/2).
Terka mengaku sudah menanyakan kepada seluruh keluarganya karena siapa tahu ada salah seorang anggota keluarganya yang mengambil uang tersebut. “Saya tanya seisi rumah tapi semua mengaku tidak mengambil uang tersebut. Saya juga seharian itu tidak menerima tamu,”ujarnya heran.
Cerita senada juga diungkapkan Nengah Darmawan yang mengaku kehilangan uang Rp. 65 ribu yang ditaruhnya dalam dompet. Saat ditemui, Selasa (1/2), Darmawan mengungkapkan sebelum uangnya hilang dirinya mengecek uang di dompet karena ada keperluan membeli kado buat menghadiri undangan.
“Ketika saya mau bayar, ternyata uang dalam dompet itu sudah tidak ada. Ini kan aneh sekali, padahal saya tidak merasa ada yang jatuh dan jarak rumah saya dengan warung itu hanya beberapa meter saja dan ditempuh dalam waktu beberapa menit saja. Sepertinya diambil oleh tuyul,” ungkapnya.
IB Panca, warga lainnya malah mengaku hampir seluruh anggota keluarganya kehilangan uang dengan cara yang aneh dan tidak masuk akal. “Jangankan uang di laci, uang di celengan dan di saku saja bisa hilang dengan cara yang tidak masuk akal. Hilangnya tidak mengenal waktu, pagi, siang atau sore bahkan malam,”katanya.
Menurut Panca, kejadian kehilangan uang yang menimpa warga Panca Seming terjadi secara beruntun. “Bahkan dalam sehari bisa lebih dari dua orang yang mengaku kehilangan uangnya,” ucap Panca. Setelah diamati, kata Panca, hanya warga yang bermukim di timur sungai saja yang kehilangan uang.
Sementara yang di barat sungai tidak satupun warganya kehilangan uang. Panca juga mengatakan kendati banyak warganya kehilangan uang namun warga belum mengadukannya ke aparat lantaran masih berupaya mencari sendiri pencurinya. “Bahkan ada warga kami yang menempuh cara-cara magis agar tidak kehilangan uang,” tambahnya. (dey)
Tuesday, February 1, 2011
Catur Piala Wali Kota Pasek Budarsa Tahan Sebastian
Denpasar (Bali Post) -
Pecatur nonmaster Pasek Budarsa berhasil menahan remis MF Sebastian Simanjuntak pada babak keenam kejuaraan catur Piala Wali Kota Denpasar di Lapangan Puputan Badung, Senin (31/1) kemarin.
Sebastian yang mengendalikan buah catur putih, melakukan pembukaan Benoni. Pertarungan mereka berakhir pada langkah ke-22. Atas hasil ini, kedua pecatur sama-sama mengemas poin 5,5. Satu lagi peserta yang meraih angka 5,5 adalah MP Bambang Sampurno setelah mengalahkan Pasek Kuseyasa.
Permainan Sebastian awalnya mengalami komplikasi sehingga tertinggal dua pion. Akan tetapi dalam perkembangannya ia mampu bangkit mengejar ketinggalan. Duel pada akhirnya berkesudahan imbang dengan kedua pecatur sama-sama menyisakan dua benteng dan lima pion. ''Berbekal jumlah buah catur sama persis, kami tak bisa memaksakan permainan. Kami sepakat remis,'' sebut Sebastian.
Pimpinan sementara kini dikendalikan trio pecatur, yakni Sebastian, Pasek Budarsa, dan Bambang Sampurno. Mereka dikuntit Supali, Henry, Made Okta Pranata, dan Anang Purnomo yang meraih poin 5.
Sementara di kelompok junior, dua pecatur memimpin, yakni Made Sri Darma dan Made Surya Indrawan yang sama-sama mengemas poin 5. Dalam babak keenam, Sri Rama bermain remis melawan Wiswa Karmayaoga, sedangkan Made Surya menang atas Juli Sumartana. Di bawahnya bercokol lima pecatur yang meraup poin 4,5, yaitu Wiswa Karmayoga, Bagus Pradnyaputra, Kadek Ola Suardi, Devi Noviantari, dan Roby Alwalid. (022)
Pecatur nonmaster Pasek Budarsa berhasil menahan remis MF Sebastian Simanjuntak pada babak keenam kejuaraan catur Piala Wali Kota Denpasar di Lapangan Puputan Badung, Senin (31/1) kemarin.
Sebastian yang mengendalikan buah catur putih, melakukan pembukaan Benoni. Pertarungan mereka berakhir pada langkah ke-22. Atas hasil ini, kedua pecatur sama-sama mengemas poin 5,5. Satu lagi peserta yang meraih angka 5,5 adalah MP Bambang Sampurno setelah mengalahkan Pasek Kuseyasa.
Permainan Sebastian awalnya mengalami komplikasi sehingga tertinggal dua pion. Akan tetapi dalam perkembangannya ia mampu bangkit mengejar ketinggalan. Duel pada akhirnya berkesudahan imbang dengan kedua pecatur sama-sama menyisakan dua benteng dan lima pion. ''Berbekal jumlah buah catur sama persis, kami tak bisa memaksakan permainan. Kami sepakat remis,'' sebut Sebastian.
Pimpinan sementara kini dikendalikan trio pecatur, yakni Sebastian, Pasek Budarsa, dan Bambang Sampurno. Mereka dikuntit Supali, Henry, Made Okta Pranata, dan Anang Purnomo yang meraih poin 5.
Sementara di kelompok junior, dua pecatur memimpin, yakni Made Sri Darma dan Made Surya Indrawan yang sama-sama mengemas poin 5. Dalam babak keenam, Sri Rama bermain remis melawan Wiswa Karmayaoga, sedangkan Made Surya menang atas Juli Sumartana. Di bawahnya bercokol lima pecatur yang meraup poin 4,5, yaitu Wiswa Karmayoga, Bagus Pradnyaputra, Kadek Ola Suardi, Devi Noviantari, dan Roby Alwalid. (022)
pementasan wayang calonarang
| Jro Mangku Subagia Ngundang Leak Se-Bali |
| SETELAH beberapa kali mengundang leak se-Bali maupun dunia melalui pementasan Drama Tari Calonarang, kini Pinisepuh Perguruan Siwa Murthi Jagathita Provinsi Bali, Jro Mangku Alit I Made Subagia, S.H., M.Fil.H. kembali mengundang para tokoh leak sari maupun ugig hadir tanggal 1 Februari 2011, tepat pada Kajeng Kliwon di Desa Pakraman Muncan, Selat, Karangasem untuk mengadu kesidhian pada pementasan Wayang Calonarang. Pementasan tersebut digelar Yayasan Siwa Agung Jagathita dan Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar. Pementasan Wayang Calonarang sangat jarang dilakukan, karena memerlukan keahlian sekala niskala seorang dalang, jika tidak menguasai kesidhian Ida Batara/Batari, nyawa jadi taruhannya. Pada Ritual Ngider Bhuwana Ida Batara Sarwa Sidhi di Desa Muncan, Selat, Karangasem yang nyejer selama 42 hari di Bali Agung, Jro Mangku Alit I Made Subagia, S.H.,.M.Fil.H mengundang para penekun pangleakan menyalurkan kesaktianya dalam wayang Calonarang. Terlebih telah disiapkan dua bangke matah di depan kelir wayang. ''Daripada menyakiti manusia tak berdosa, lebih baik disalurkan pada bangke matah yang disiapkan, jika berani dan siap menanggung risikonya,'' tantang mahasiswa S3 sekaligus Dosen IHDN Denpasar ini. Hal senada disampaikan Rektor IHDN Denpasar, Prof. Dr. I Made Titib, Ph.D. Dia mengatakan IHDN sebagai perguruan tinggi negeri harus mengimplemantasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya pengabdian masyarakat dengan mengajak potensi civitas akademika untuk mengembangkan dan menyalurkan potensi. Terlebih potensi SDM IHDN telah mengakomodasi dengan mengajak tokoh seniman sebagai tenaga pengajar, seperti Dalang Cenkblong. Pementasan Wayang Calonarang sengaja dipilih, karena langka menjadi tontonan masyarakat. Wayang Calonarang bukan wayang pada umumnya, melainkan ada nilai khusus bernuansa mistik dan gaib. Terlebih mengundang para leak yang dipercaya menyakiti orang tak berdosa. Pengabdian masyarakat telah pula dilaksanakan pada 22 Januari 2011 dengan pergelaran Drama Tari Calonarang yang diselenggarakan GASES (Jro Mangku Chandra) Bali bekerja sama dengan IHDN Denpasar. ''Dengan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat melestarikan seni, budaya, adat dan agama masyarakat Bali,'' ujar ahli Veda ini. (r) |
Jalan-jalan ke Istana Tampaksiring
Istana Tampak Siring, Istana Presiden di Bali
Istana Kepresidenan Tampaksiring berada pada ketinggian lebih kurang 700 meter dari permukaan laut, berlokasi di atas perbuktian di desa Tampaksiring, kecamatan Tampaksiring, kabupaten Gianyar, pulau Bali. Merupakan satu-satunya istana kepresidenan yang dibangun masa pemerintahan Indonesia yang dibangun pada tahun 1957 – tahun 1960, sepenuhnya ditangani oleh putra-putra Indonesia, atas prakasa Presiden I Republik Indonesia : Soekarno.
Nama Tampaksiring diambil dari dua buah kata bahasa Bali, tampak (bermakna telapak) dan siring (bermakna miring). Menurut legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas tapak kaki seorang raja yang bernama Mayadenawa. Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan di atas kakinya yang dimiringkan itulah wilayah ini dikenal dengan nama Tampaksiring.
Istana Tampaksiring dibangun secara bertahap, arsiteknya R.M Soedarsono. Pertama kali dibangun adalah Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira pada tahun 1957, dilanjutkan perampungan tahun 1963. Selanjutnya untuk kepentingan kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN XIV, di Bali pada tanggal 7 – 8 Oktober 2003, di bangun gedung baru dan merenovasi Balai Wantilan, bangunan pintu masuk tersendiri yang dilengkapi dengan Candi Bentar, Kori Agung, serta Lapangan Parkir berikut Balai Bengongnya.
Istana Tampaksiring difungsikan disamping untuk acara-acara Presiden dan Wakil Presiden dalam hal kepemerintahan dan kenegaraan, juga peruntukan untuk tempat peristirahatan bagi Presiden dan Wakil Presiden peserta keluarga, serta bagi tamu-tamu negara. Menurut catatan, tamu-tamu negara yang pernah berkunjung ke Istana Kepresidenan Tampaksiring, antara lain Presiden Ne Win dari Birma (sekarang Myanmar); Presiden Tito dari Yogoslavia, Presiden Ho Chi Minh dari Vietnam, Perdana Menteri Nehru dari India, Perdana Menteri Khruschev dari Unit Soviet, Ratu Juliana dari Belanda dan Kaisar Hirohito dari Jepang.
Komplek Istana Kepresidenan Tampaksiring kini terdiri dari lima gedung utama dan satu pendapa. Dua gedung utama diberi nama Wisma Merdeka (1.200 meter persegi) dan Wisma Negara (1.476 meter persegi) yang dipisahkan oleh celah bukit sedalam lebih kurang 15 meter namun terhubung dengan jembatan sepanjang 40 meter, tiga gedung utama yang lainnya diberi nama Wisma Yudhistira, Wisma Bima, dan ruang untuk konferensi, serta Balai Wantilan.
Sumber : www.indonesia.go.id
Monday, January 31, 2011
Hari Ini, 5.658 Siswa Ikuti ''Try Out''
Gianyar (Bali Post) -
Seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Gianyar secara bersamaan menggelar try out, sebagai uji coba mata pelajaran yang akan dikompetisikan pada ujian nasional beberapa bulan mendatang. Tercatat 5.658 siswa SMA/SMK, Senin (31/1) ini mengikuti try out.
Persiapan untuk try out sudah dilakukan sejak Sabtu lalu. Soal untuk pelaksanaan try out SMA/SMK di Gianyar sudah datang dan dititipkan di masing-masing sekolah. Pelaksanaan try out memang jauh berbeda dengan pelaksanaan ujian nasional.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gianyar, I Gutsi Ngurah Wijana mengatakan, pelaksanaan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Wijana mengatakan, pelaksanaan try out di tingkat SMA/SMK dilakukan tiga hari. Meliputi, untuk SMA mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA sedangkan untuk SMK, disesuaikan dengan jurusan.
Dari 5.658 peserta try out, terdiri dari 2.693 peserta untuk SMA, dan 2.965 untuk SMK. Kendati tidak mempengaruhi kelulusan, namun try out ini sangat penting bagi siswa dan para guru khususnya dalam melakukan evaluasi terhadap kemampuan siswa dalam menghadapi UN mendatang. ''Dari try out ini para guru kiranya bisa memperbaiki dan mengevaluasi kemampuan siswa,'' jelasnya. (kmb16)
Seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Gianyar secara bersamaan menggelar try out, sebagai uji coba mata pelajaran yang akan dikompetisikan pada ujian nasional beberapa bulan mendatang. Tercatat 5.658 siswa SMA/SMK, Senin (31/1) ini mengikuti try out.
Persiapan untuk try out sudah dilakukan sejak Sabtu lalu. Soal untuk pelaksanaan try out SMA/SMK di Gianyar sudah datang dan dititipkan di masing-masing sekolah. Pelaksanaan try out memang jauh berbeda dengan pelaksanaan ujian nasional.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gianyar, I Gutsi Ngurah Wijana mengatakan, pelaksanaan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Wijana mengatakan, pelaksanaan try out di tingkat SMA/SMK dilakukan tiga hari. Meliputi, untuk SMA mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA sedangkan untuk SMK, disesuaikan dengan jurusan.
Dari 5.658 peserta try out, terdiri dari 2.693 peserta untuk SMA, dan 2.965 untuk SMK. Kendati tidak mempengaruhi kelulusan, namun try out ini sangat penting bagi siswa dan para guru khususnya dalam melakukan evaluasi terhadap kemampuan siswa dalam menghadapi UN mendatang. ''Dari try out ini para guru kiranya bisa memperbaiki dan mengevaluasi kemampuan siswa,'' jelasnya. (kmb16)
Akibat Debu Erupsi Bromo Belum Ada Pembatalan Kunjungan ke Bali
Denpasar (Bali Post) -
PHRI Bali belum menemukan pembatalan kunjungan tamu pada hotel-hotel berbintang terkait penundaan belasan penerbangan internasional, menyusul terpantaunya tebaran debu erupsi Gunung Bromo, Jawa Timur, yang mengarah ke Pulau Dewata. "Kami sudah langsung menghubungi teman-teman perhotelan di kawasan Kuta, Nusa Dua, Sanur dan Ubud, tetapi hingga kini tidak ada yang mengalami pembatalan kunjungan wisatawan asing," kata Wakil Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Eka Mahadewi di Denpasar, Minggu (30/1) kemarin.
Pelaksana Tugas Sementara General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Bali, Rachman Syafrie sebelumnya mengakui bahwa sejak Kamis (27/1) telah terjadi penundaan 11 dari 21 penerbangan internasional, sebagian besar dari dan ke Australia, selain Singapura dan Thailand. Penundaan penerbangan itu terjadi setelah pihak otorita maskapai bersangkutan melihat data satelit mengenai adanya pergerakan debu erupsi Gunung Bromo mengarah ke Bali. Namun dalam waktu bersamaan, Garuda Indonesia yang melayani rute penerbangan dari dan ke Australia maupun penerbangan domestik, tetap beroperasi sesuai jadwal.
Mahadewi yang juga dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua, masih menunggu laporan lebih lanjut dari hotel-hotel yang mungkin sempat mengalami penundaan maupun pembatalan kunjungan tamu wisatawan asing. Diakuinya, selama ini banyak wisatawan asal Australia dari kalangan backpacker atau yang ber-budget terbatas. Mereka biasanya memanfaatkan sarana akomodasi non-bintang seperti yang banyak terdapat di Gang Poppies, kawasan Jalan Raya Pantai Kuta.
Kunjungan wisatawan yang memanfaatkan sarana akomodasi non-bintang masih sulit dipantau secara menyeluruh, karena jumlahnya sangat banyak dan belum ada jaringan penghimpunan data/informasi. Meski begitu, dia berharap tidak sampai terjadi pembatalan kunjungan wisatawan ke Bali dan erupsi debu Gunung Bromo juga tak lagi mempengaruhi penerbangan dari dan ke Pulau Dewata. (kmb)
PHRI Bali belum menemukan pembatalan kunjungan tamu pada hotel-hotel berbintang terkait penundaan belasan penerbangan internasional, menyusul terpantaunya tebaran debu erupsi Gunung Bromo, Jawa Timur, yang mengarah ke Pulau Dewata. "Kami sudah langsung menghubungi teman-teman perhotelan di kawasan Kuta, Nusa Dua, Sanur dan Ubud, tetapi hingga kini tidak ada yang mengalami pembatalan kunjungan wisatawan asing," kata Wakil Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Eka Mahadewi di Denpasar, Minggu (30/1) kemarin.
Pelaksana Tugas Sementara General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Bali, Rachman Syafrie sebelumnya mengakui bahwa sejak Kamis (27/1) telah terjadi penundaan 11 dari 21 penerbangan internasional, sebagian besar dari dan ke Australia, selain Singapura dan Thailand. Penundaan penerbangan itu terjadi setelah pihak otorita maskapai bersangkutan melihat data satelit mengenai adanya pergerakan debu erupsi Gunung Bromo mengarah ke Bali. Namun dalam waktu bersamaan, Garuda Indonesia yang melayani rute penerbangan dari dan ke Australia maupun penerbangan domestik, tetap beroperasi sesuai jadwal.
Mahadewi yang juga dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua, masih menunggu laporan lebih lanjut dari hotel-hotel yang mungkin sempat mengalami penundaan maupun pembatalan kunjungan tamu wisatawan asing. Diakuinya, selama ini banyak wisatawan asal Australia dari kalangan backpacker atau yang ber-budget terbatas. Mereka biasanya memanfaatkan sarana akomodasi non-bintang seperti yang banyak terdapat di Gang Poppies, kawasan Jalan Raya Pantai Kuta.
Kunjungan wisatawan yang memanfaatkan sarana akomodasi non-bintang masih sulit dipantau secara menyeluruh, karena jumlahnya sangat banyak dan belum ada jaringan penghimpunan data/informasi. Meski begitu, dia berharap tidak sampai terjadi pembatalan kunjungan wisatawan ke Bali dan erupsi debu Gunung Bromo juga tak lagi mempengaruhi penerbangan dari dan ke Pulau Dewata. (kmb)
Bali Devata FC Raih Poin Sempurna
Beritabali.com, Medan, Tim sepak bola kesayangan masyarakat Bali berhasil meraih angka penuh ketika bertandang ke Medan. Tampil dengan semangat puputan Bali Devata mengkandaskan Medan Chiefs dua gol tanpa balas.
Hasil itu membuat Bali De Vata naik ke peringkat dua klasemen sementara di bawah Persebaya 1927 dengan nilai sembilan dari tiga pertandingan yang telah dijalani. Walau sama-sama meraih tiga kemenangan, namun Bali De Vata kalah selisih gol.
Bermain di Stadion Baharoeddin Siregar, Deli Serdang, Sumatera Utara, dalam lanjutan Liga Primer Indonesia, Minggu (30/1), Laskar Naga Banda ini baru bisa menjebol gawang lawan pada menit 70 melalui titik pinalti setelah pemain lawan menyentuh bola. Gol dicetak oleh pemain asal Iran, Ali Parhizi, sedangkan gol kedua tercipta pada menit 88 oleh Ilija Spasojevic.
Sementara itu, Roso Daras CEO PT BALI DEWATA UNITED yang menaungi Bali Devata FC mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat Bali. "Tiga game sudah kita lewati dg baik.... Semoga Ida Sang Hyang Widi Wasa senantiasa bersama Bali Devata FC,"pungkasnya.(ctg)
Hasil itu membuat Bali De Vata naik ke peringkat dua klasemen sementara di bawah Persebaya 1927 dengan nilai sembilan dari tiga pertandingan yang telah dijalani. Walau sama-sama meraih tiga kemenangan, namun Bali De Vata kalah selisih gol.
Bermain di Stadion Baharoeddin Siregar, Deli Serdang, Sumatera Utara, dalam lanjutan Liga Primer Indonesia, Minggu (30/1), Laskar Naga Banda ini baru bisa menjebol gawang lawan pada menit 70 melalui titik pinalti setelah pemain lawan menyentuh bola. Gol dicetak oleh pemain asal Iran, Ali Parhizi, sedangkan gol kedua tercipta pada menit 88 oleh Ilija Spasojevic.
Sementara itu, Roso Daras CEO PT BALI DEWATA UNITED yang menaungi Bali Devata FC mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat Bali. "Tiga game sudah kita lewati dg baik.... Semoga Ida Sang Hyang Widi Wasa senantiasa bersama Bali Devata FC,"pungkasnya.(ctg)
OBYEK WISATA BUDAYA “MUSEUM GUNUNG API BATUR”
Obyek wisata budaya dapat diartikan bahwa suatu obyek wisata yang berkaitan dengan budaya suatu daerah seperti upacara kelahiran, tari-tari tradisional, pakaian adat, perkawinan adat, upacara laut, upacara turun ke sawah, cagar budaya, bangunan bersejarah, peninggalan tradisional, festival budaya, kain tenun tradisional, tekstil lokal, pertunjukan tradisional, adat-istiadat lokal, museum, dll.
Museum Gunung Api Batur
Merupakan tempat penyimpanan benda-benda yang mempunyai sifat sejarah dan berfungsi sebagai pusat informasi media ilmu pengetahuan seperti :
- Informasi geologi secara umum
- Sarana pendidikan tentang kegunung apian
- Sebagai obyek tujuan wisata
Profile Museum Gunung Api Batur
Museum ini berlokasi di areal parkir obyek wisata Penelokan Kintamai, Bali, Indonesia atau sekitar ± 20 Km sebelah utara kota Bangli. Museum ini dibangun tiga tahap dengan biaya ’patungan’ Pemerintah Kabupaten Bangli, Propinsi Bali, dan Pusat Departemen ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).
Dinamakan Museum Gunung api batur karena lokasi museum yang berdekatan dengan Gunung Batur dan juga berfungsi sebagai Pos Pengamatan Gunung Berapi di Bali. Gunung Batur merupakan salah satu bentuk kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Bangli yang masih aktif sampai saat ini.
Gunung Batur memiliki keindahan tersendiri diantaranya adalah kaldera yang sangat indah sehingga sangat terkenal di kalangan wisatawan baik domestik maupun manca negara. Untuk memvisualisasikan keindahan gunung Batur ini maka pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah propinsi Bali dan pemerintah Kabupaten Bangli untuk mewujudkan pembangunan museum Gunung Api Batur. Pemerintah menunjuk suatu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda) Bangli sebagai pelaksana proyek sedangkan untuk pengelolaan Museum Gunung Api Batur diserahkan kepada profesional oleh sebuah badan yang dibentuk oleh Pemkab Bangli.
Prasarana
Prasarana berupa perhubungan, meliputi jalan raya, dan terminal, sudah dapat di tempuh menggunakan segala jenis kendaraan, dan kekurangannya adalah tidak adanya sarana angkutan umum yang menuju ke lokasi museum. Sistem telekomunikasi seperti telepon, pos, telegraf, faksimili, Hotspot Internet sudah tersedia. Keamanan, pendidikan dan hiburan pun juga dapat dinikmati.
Sarana
Transportasi, bekerjasama dengan perusahaan perjalanan transportasi seperti Travel Agent, terutama Transportasi Angkutan Wisata. Fasilitas, ruang pertemuan bagi para peneliti atau ilmuwan, Ruang koleksi yang memamerkan hasil letusan gunung batur, Game tentang gunung api yang menceritakan bagaimana awalnya letusan gunung api. Teknologi, Real Time camera dan teropong yang dipakai meneropong Gunung Agung dan Gunung Batur yang hingga kini masih mengeluarkan asap dan untuk memantau kondisi dua gunung tersebut setiap hari. volcano map, Peta gunung api Indonesia yang masih aktif dan gunung api di dunia, dengan menekan tombol yang ada pada volcano map Gunung Berapi yang masih aktif dapat diketahui.
VolcanoTalks Gunung api Batur Museum
VolcanoTalks Gunung api Batur Museum yang masih dalam proses pembangunan ini mempunyai konsep desain Geo science yang meliputi preservasi, konservasi, koleksi, sarana edukasi dan rekreasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan gunung berapi.
Hal tersebut akan dikembangkan berdasarkan nilai sejarah, kebudayaan serta mitos yang dimiliki oleh lingkungan sekitarnya.
Pembangunannya akan dilanjutkan secara bertahap dan akan disesuaikan pula dengan ciri arsitektur lokal – khas Bali. Di ruangan utama terdapat layar peta gunung berapi di Indonesia dan dunia yang mempunyai lampu-lampu kecil berwarna yang terhubung dengan panel tombol-tombol di hadapan kedua peta tersebut.
Dari fasilitas ini kita dapat mengetahui bahwa di Indonesia ternyata ada 129 gunung berapi yang semuanya masih aktif.
museum gunung batur, museum gunung api batur, www baturmuseum com, museum gunungapi batur, sejarah gunung api batur, objek wisata budaya, Gunungapi Batur, baturmuseum, sejarah museum gunung api batur, museum gunung berapi di bali
Museum Gunung Api Batur
Merupakan tempat penyimpanan benda-benda yang mempunyai sifat sejarah dan berfungsi sebagai pusat informasi media ilmu pengetahuan seperti :
- Informasi geologi secara umum
- Sarana pendidikan tentang kegunung apian
- Sebagai obyek tujuan wisata
Profile Museum Gunung Api Batur
Museum ini berlokasi di areal parkir obyek wisata Penelokan Kintamai, Bali, Indonesia atau sekitar ± 20 Km sebelah utara kota Bangli. Museum ini dibangun tiga tahap dengan biaya ’patungan’ Pemerintah Kabupaten Bangli, Propinsi Bali, dan Pusat Departemen ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).
Dinamakan Museum Gunung api batur karena lokasi museum yang berdekatan dengan Gunung Batur dan juga berfungsi sebagai Pos Pengamatan Gunung Berapi di Bali. Gunung Batur merupakan salah satu bentuk kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Bangli yang masih aktif sampai saat ini.
Gunung Batur memiliki keindahan tersendiri diantaranya adalah kaldera yang sangat indah sehingga sangat terkenal di kalangan wisatawan baik domestik maupun manca negara. Untuk memvisualisasikan keindahan gunung Batur ini maka pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah propinsi Bali dan pemerintah Kabupaten Bangli untuk mewujudkan pembangunan museum Gunung Api Batur. Pemerintah menunjuk suatu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda) Bangli sebagai pelaksana proyek sedangkan untuk pengelolaan Museum Gunung Api Batur diserahkan kepada profesional oleh sebuah badan yang dibentuk oleh Pemkab Bangli.
Prasarana
Prasarana berupa perhubungan, meliputi jalan raya, dan terminal, sudah dapat di tempuh menggunakan segala jenis kendaraan, dan kekurangannya adalah tidak adanya sarana angkutan umum yang menuju ke lokasi museum. Sistem telekomunikasi seperti telepon, pos, telegraf, faksimili, Hotspot Internet sudah tersedia. Keamanan, pendidikan dan hiburan pun juga dapat dinikmati.
Sarana
Transportasi, bekerjasama dengan perusahaan perjalanan transportasi seperti Travel Agent, terutama Transportasi Angkutan Wisata. Fasilitas, ruang pertemuan bagi para peneliti atau ilmuwan, Ruang koleksi yang memamerkan hasil letusan gunung batur, Game tentang gunung api yang menceritakan bagaimana awalnya letusan gunung api. Teknologi, Real Time camera dan teropong yang dipakai meneropong Gunung Agung dan Gunung Batur yang hingga kini masih mengeluarkan asap dan untuk memantau kondisi dua gunung tersebut setiap hari. volcano map, Peta gunung api Indonesia yang masih aktif dan gunung api di dunia, dengan menekan tombol yang ada pada volcano map Gunung Berapi yang masih aktif dapat diketahui.
VolcanoTalks Gunung api Batur Museum
VolcanoTalks Gunung api Batur Museum yang masih dalam proses pembangunan ini mempunyai konsep desain Geo science yang meliputi preservasi, konservasi, koleksi, sarana edukasi dan rekreasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan gunung berapi.
Hal tersebut akan dikembangkan berdasarkan nilai sejarah, kebudayaan serta mitos yang dimiliki oleh lingkungan sekitarnya.
Pembangunannya akan dilanjutkan secara bertahap dan akan disesuaikan pula dengan ciri arsitektur lokal – khas Bali. Di ruangan utama terdapat layar peta gunung berapi di Indonesia dan dunia yang mempunyai lampu-lampu kecil berwarna yang terhubung dengan panel tombol-tombol di hadapan kedua peta tersebut.
Dari fasilitas ini kita dapat mengetahui bahwa di Indonesia ternyata ada 129 gunung berapi yang semuanya masih aktif.
museum gunung batur, museum gunung api batur, www baturmuseum com, museum gunungapi batur, sejarah gunung api batur, objek wisata budaya, Gunungapi Batur, baturmuseum, sejarah museum gunung api batur, museum gunung berapi di bali
adat bali (tari baris gede)
Beritabali.com, Tampaksiring, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata merencanakan untuk mendaftarkan Tari Baris Gede asal Bali sebagai salah satu Tari Asli Indonesia khususnya Bali ke Lembaga pendidikan dan Kebudayaan dunia (UNESCO). Tari Baris Gede ini menurut rencana akan diajukan ke UNESCO pada tahun ini.
Pendaftaran Tari Baris Gede ke UNESCO ini bertujuan untuk melindungi seni budaya Bali. Selain itu juga untuk menghindari klaim negara lain terhadap Tarian asli Bali tersebut.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada keteranganya di Tampaksiring Gianyar (26/7) mengatakan rencana pendaftaran Tari baris Gede ke UNESCO kini dalam tahap pengumpulan data dan dokumen sejarah tari. Hal ini bertujuan untuk meyakinkan UNESCO bahwa Tari tersebut benar-benar tari hasil karya masyarakat Bali.
“Perlu data-data pelengkap sehingga ketika ditanya kita mempunyai berbagai informasi yang dibutuhkan” ucap Jero Wacik.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menyebutkan selain Tari Baris Gede, Kementrian kebudayaan dan Pariwisata juga merencanakan untuk mendaftarkan Angklung dan Tari Saman ke UNESCO.
Selain itu beberapa tari lainnya dari beberapa daerah di Indonesia secara bertahap juga direncanakan untuk didaftarkan ke Unesco.(mlt)
Pendaftaran Tari Baris Gede ke UNESCO ini bertujuan untuk melindungi seni budaya Bali. Selain itu juga untuk menghindari klaim negara lain terhadap Tarian asli Bali tersebut.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada keteranganya di Tampaksiring Gianyar (26/7) mengatakan rencana pendaftaran Tari baris Gede ke UNESCO kini dalam tahap pengumpulan data dan dokumen sejarah tari. Hal ini bertujuan untuk meyakinkan UNESCO bahwa Tari tersebut benar-benar tari hasil karya masyarakat Bali.
“Perlu data-data pelengkap sehingga ketika ditanya kita mempunyai berbagai informasi yang dibutuhkan” ucap Jero Wacik.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menyebutkan selain Tari Baris Gede, Kementrian kebudayaan dan Pariwisata juga merencanakan untuk mendaftarkan Angklung dan Tari Saman ke UNESCO.
Selain itu beberapa tari lainnya dari beberapa daerah di Indonesia secara bertahap juga direncanakan untuk didaftarkan ke Unesco.(mlt)
Pasar Seni Masih Diminati Wisatawan
Beritabali.com, Sukawati, Meski pusat oleh-oleh kini menjamur di Bali, namun keberadaan pasar seni masih diminati wisatawan yang berkunjung ke Bali. Selama musim libur Lebaran, pasar Seni Sukawati Gianyar dikunjungi ribuan wisatawan domestik.
Pasar Seni Sukawati Gianyar merupakan salah satu pasar seni yang ramai dikunjungi wisatawan domestik selama musim libur lebaran. Peningkatan kunjungan di pasar seni terbesar di Bali ini sudah terjadi mulai hari pertama libur Lebaran.
Di pasar seni Sukawati para wisatawan membeli aneka oleh-oleh khas Bali seperti baju dan celana, bed cover atau selimut untuk tempat tidur, patung, hingga aneka jenis lukisan khas Bali. Semuanya bisa dibeli dengan harga yang cukup terjangkau dan masih bisa ditawar.
“Meski toko pusat oleh-oleh khas Bali kini sudah menjamur di Denpasar, namun semenjak musim libur Lebaran kunjungan wisatawan ke pasar seni ini meningkat 50 persen. Wisatawan yang datang ke pasar seni datang dari beberapa kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Semarang, hingga dari Jakarta,” jelas Nengah Nama Artawa, Kepala Pasar Seni Sukawati, hari ini (13/9)
Selain Pasar Seni Sukawati, dua pasar seni lain di Kabupaten Gianyar yakni Pasar Seni Guwang dan Pasar Seni Ubud juga ramai dikunjungi wisatawan domestik selama musim libur
Ramainya kunjungan wisatawan domestik ini diperkirakan akan terjadi
villa denpasar bali
Denpasar Barat
|
|
Denpasar Timur
|
Denpasar Utara
| No. | Nama | Alamat | Telp. / Fax | Keterangan |
| 1. | Agus Jaya | Jl. Pidana XII | Jumlah kamar : 5 | |
| 2. | Kenanga | Jl. Cokroaminoto 388 | Jumlah kamar : 7 | |
| 3. | Kerta Bagus | Jl. Lembu Sura I No. 9 | Jumlah kamar : 5 | |
| 4. | Nuansa Graha Sari | Jl. Imam Bonjol 105 | Jumlah kamar : 4 | |
| 5. | Warta II Inn | Jl. Cokroaminoto 56 | Jumlah kamar : 10 | |
| 6. | Warta Sari | Jl. Cokroaminoto 135 | Jumlah kamar : 6 |
hotel bali beach
Raja's Balinese Cuisine
Raja's restaurant literally means the kings restaurant, a mixture of wooden interior and exterior with beautiful Balinese artifacts and fabrics compliment the restaurant décor. Dine on the outdoor patio or inside air-condition room for a truly royal experience. Private room available for up to 8 persons.
Chess Bar
Freshen up with a cup of ice cold beverage under the bright sunny sky, or take pleasure in the list of exotic cocktails during the night.
Chess Restaurant
The perfect chilling spot right next to the beachfront. Enjoy a cup of the fine wine while having a bite in their variety of seafood and sandwiches.
Lobby Bar
An exquisite venue that offers tasteful beverages alongside local live entertainments, in addition to a stunning view of Wedang Jahe gardens.
Maguro Asian Bistro
Enjoy a tasteful dining experience with a list of Asian dishes made with only top premium ingredients. The menu consists of traditional Japanese, Korean, and Chinese dishes each set with their own unique culinary styles. Their signature dish, slow roasted wagyu beef cheeks, will keep you mesmerized for a really long time.
Pool Bar
This haven is located in the midst of the swimming pool and serves refreshingly cool drinks and cocktails. This bar resides right next to the swimming pool and serves a variety of cool beverages.
Raja's Balinese Cuisine
Raja's restaurant literally means the kings restaurant, a mixture of wooden interior and exterior with beautiful Balinese artifacts and fabrics compliment the restaurant décor. Dine on the outdoor patio or inside air-condition room for a truly royal experience. Private room available for up to 8 persons.
Sandro’s Pizzaria
Well-known for their fresh out of the oven Italian pizzas, delicious appetizers and homemade ice-creams, this fine Italian diner will keep your taste bud entertained.
Surrounded by a tropical lotus pond and nestled amidst palm trees and landscaped gardens, Wedang Jahe is the idyllic setting for breakfast and dinner. Dining options include indoors or outdoors while seating arrangements are casual and relaxing. The restaurant offers an international buffet breakfast, regular theme buffet dinners and an international a la carte menu. Indoors, two large wood carvings are set in the middle of the restaurant showcasing high piles of fruits depicting a Balinese traditional offering served to appease the Gods who guard the island and it's people.
Raja's restaurant literally means the kings restaurant, a mixture of wooden interior and exterior with beautiful Balinese artifacts and fabrics compliment the restaurant décor. Dine on the outdoor patio or inside air-condition room for a truly royal experience. Private room available for up to 8 persons.
Chess Bar
Freshen up with a cup of ice cold beverage under the bright sunny sky, or take pleasure in the list of exotic cocktails during the night.
Chess Restaurant
The perfect chilling spot right next to the beachfront. Enjoy a cup of the fine wine while having a bite in their variety of seafood and sandwiches.
Lobby Bar
An exquisite venue that offers tasteful beverages alongside local live entertainments, in addition to a stunning view of Wedang Jahe gardens.
Maguro Asian Bistro
Enjoy a tasteful dining experience with a list of Asian dishes made with only top premium ingredients. The menu consists of traditional Japanese, Korean, and Chinese dishes each set with their own unique culinary styles. Their signature dish, slow roasted wagyu beef cheeks, will keep you mesmerized for a really long time.
Pool Bar
This haven is located in the midst of the swimming pool and serves refreshingly cool drinks and cocktails. This bar resides right next to the swimming pool and serves a variety of cool beverages.
Raja's Balinese Cuisine
Raja's restaurant literally means the kings restaurant, a mixture of wooden interior and exterior with beautiful Balinese artifacts and fabrics compliment the restaurant décor. Dine on the outdoor patio or inside air-condition room for a truly royal experience. Private room available for up to 8 persons.
Sandro’s Pizzaria
Well-known for their fresh out of the oven Italian pizzas, delicious appetizers and homemade ice-creams, this fine Italian diner will keep your taste bud entertained.
Santi Lounge
Providing high speed internet access, along with some cool drinks and snacks.
Wedang Jahe RestaurantProviding high speed internet access, along with some cool drinks and snacks.
Surrounded by a tropical lotus pond and nestled amidst palm trees and landscaped gardens, Wedang Jahe is the idyllic setting for breakfast and dinner. Dining options include indoors or outdoors while seating arrangements are casual and relaxing. The restaurant offers an international buffet breakfast, regular theme buffet dinners and an international a la carte menu. Indoors, two large wood carvings are set in the middle of the restaurant showcasing high piles of fruits depicting a Balinese traditional offering served to appease the Gods who guard the island and it's people.
omed-omedan sesetan kaja
DENPASAR, KOMPAS.com — Sehari pasca-Nyepi, ada sebuah tradisi unik yang selalu digelar pemuda-pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, yakni omed-omedan atau ciuman massal antara pemuda dan pemudi desa sebagai wujud kebahagiaan di hari ngembak geni. Peserta omed-omedan adalah sekaa teruna-teruni atau pemuda-pemudi mulai dari umur 17 tahun hingga 30 tahun atau yang sudah menginjak dewasa tetapi belum menikah.
Dalam Kamus Bali-Indonesia, omed-omedan berarti tarik-menarik. "Omed-omedan adalah budaya leluhur yang sampai saat ini terus kita lestarikan," ujar I Putu Wiranata Jaya, ketua panitia. Pernah suatu waktu omed-omedan tidak dilaksanakan dan muncul musibah yang ditandai dengan perangnya 2 ekor babi di Banjar Kaja. Kemudian para sesepuh desa memutuskan untuk langsung menggelar prosesi omed-omedan untuk menjauhkan desa dari bencana yang lebih besar.
Prosesi omed-omedan dimulai dengan persembahyangan bersama antarpeserta omed-omedan di pura banjar untuk memohon keselamatan dan kelancaran selama berlangsungnya acara. Seusai sembahyang, peserta dibagi 2 kelompok, pria dan wanita. Sekitar 50 pemuda berhadapan dengan 50 pemudi. Setelah ada aba-aba dari para sesepuh desa, kedua kelompok saling bertemu satu sama lain dan peserta terdepan saling berciuman di depan ribuan penonton yang memadati sekitar lokasi omed-omedan.
Prosesi tersebut dilakukan secara bergantian dan setiap peserta pria ataupun wanita menunjuk salah seorang rekan mereka untuk beradu ciuman di barisan terdepan.
Dalam Kamus Bali-Indonesia, omed-omedan berarti tarik-menarik. "Omed-omedan adalah budaya leluhur yang sampai saat ini terus kita lestarikan," ujar I Putu Wiranata Jaya, ketua panitia. Pernah suatu waktu omed-omedan tidak dilaksanakan dan muncul musibah yang ditandai dengan perangnya 2 ekor babi di Banjar Kaja. Kemudian para sesepuh desa memutuskan untuk langsung menggelar prosesi omed-omedan untuk menjauhkan desa dari bencana yang lebih besar.
Prosesi omed-omedan dimulai dengan persembahyangan bersama antarpeserta omed-omedan di pura banjar untuk memohon keselamatan dan kelancaran selama berlangsungnya acara. Seusai sembahyang, peserta dibagi 2 kelompok, pria dan wanita. Sekitar 50 pemuda berhadapan dengan 50 pemudi. Setelah ada aba-aba dari para sesepuh desa, kedua kelompok saling bertemu satu sama lain dan peserta terdepan saling berciuman di depan ribuan penonton yang memadati sekitar lokasi omed-omedan.
Prosesi tersebut dilakukan secara bergantian dan setiap peserta pria ataupun wanita menunjuk salah seorang rekan mereka untuk beradu ciuman di barisan terdepan.

Free
Jaguar concept motorcycle
cars & vehicles > motorcycles > dirt bikes, motocrossThe jaguar ‘leaper cat logo concept motorcycle made from high-grade stainless steel by Barend Massow Hemmes from Massow Concept Cycles. Can t say anything but awesome!!! ..pff..for bad boys !!!...vote if like this boke...click my banner..thanks !!




Jakarta (Bali Post) -





